Perbedaan Charger PPS dan Charger PD untuk Perangkat Anda

Pada kemasan charger, dua singkatan ini sering muncul berdampingan: PD dan PPS. Keduanya berkaitan dengan pengisian cepat, tetapi perannya tidak setara dan tidak dapat dibandingkan begitu saja.

Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya, cara membaca label pada kemasan, perangkat yang benar-benar membutuhkan PPS, serta cara memilih satu charger yang dapat menangani keduanya untuk beberapa perangkat sekaligus.

Apa perbedaan charger PPS dan charger PD?

PD kerangka protokolnya, PPS mode di dalamnya.

USB Power Delivery adalah kerangka protokol pengisian yang mengatur komunikasi daya antara adaptor dan perangkat, sedangkan Programmable Power Supply adalah mode di dalam kerangka itu yang menyesuaikan tegangan mengikuti kebutuhan baterai.

Karena itu, keduanya bukan dua hal yang setara. Pertanyaan yang lebih berguna saat memilih produk adalah apakah adaptor mendukung USB Power Delivery, apakah adaptor itu juga menyediakan mode PPS di dalamnya, dan berapa rentang tegangan yang dapat diatur pada mode tersebut.

Kerangka protokolnya dijelaskan pada halaman USB Power Delivery dari USB-IF, sedangkan rincian teknisnya tersedia di perpustakaan dokumen USB-IF.

Cara membaca label PPS dan PD di kemasan charger

Tiga keterangan yang perlu dicari.

Pada kemasan, cari keterangan protokol, daftar tegangan dan arus per port, serta catatan daya total dan daya per port bila adaptor memiliki beberapa port.

Keterangan protokol umumnya ditulis sebagai USB Power Delivery beserta versinya, sedangkan dukungan PPS dicantumkan sebagai rentang tegangan yang dapat diatur. Tanpa rentang tersebut, adaptor belum tentu menyediakan mode PPS meski mencantumkan USB Power Delivery.

Keterangan pada kemasan Artinya Yang perlu diperiksa
USB Power Delivery Mendukung kerangka protokol PD Versi dan daya per port
PD 3.0 atau PD 3.1 Versi kerangka protokol yang dipakai Kesesuaian dengan perangkat
PPS dengan rentang tegangan Mode tegangan yang dapat diatur tersedia Rentang yang dibutuhkan perangkat
Total daya, port tunggal Daya penuh tersedia pada satu port Daya saat port lain dipakai
Total daya, dua port Daya dibagi antarport Daya per port saat keduanya aktif

Label yang hanya mencantumkan angka watt tanpa keterangan protokol menyulitkan penilaian. Untuk keperluan pengadaan, mintakan spesifikasi per port dalam bentuk tertulis agar kandidat produk dapat dibandingkan dengan dasar yang sama.

Satu hal yang perlu diingat adalah daya total dan daya per port adalah dua angka yang berbeda. Adaptor yang mencantumkan daya besar belum tentu menyalurkan angka itu ke satu port ketika port lain sedang dipakai.

Charger GaN WECENT 65W dengan keterangan protokol dan daya per port pada kemasan
Keterangan protokol dan daya per port pada kemasan memudahkan pembeli mencocokkan adaptor dengan kebutuhan perangkat.

Perangkat yang butuh PPS agar cepat terisi

Umumnya perangkat Android berdaya tinggi.

Sebagian ponsel Android mencapai kecepatan pengisian tertingginya melalui mode PPS, karena mode ini memungkinkan adaptor mengikuti tegangan yang diminta perangkat secara bertahap. Tanpa PPS, perangkat tetap terisi, tetapi pada profil daya yang lebih rendah.

Perangkat lain, termasuk banyak model iPhone dan laptop, memanfaatkan profil USB Power Delivery tetap dan tidak bergantung pada PPS. Karena itu, kebutuhan PPS bergantung pada perangkat yang akan diisi, bukan pada besarnya daya adaptor.

Sebagai gambaran perilaku produsen, Samsung mencantumkan profil pengisian tertentu pada aksesori resminya beserta catatan bahwa kecepatannya bergantung pada perangkat yang dipakai, seperti tertulis pada halaman adaptor 45 W Samsung Indonesia.

Apa perbedaan charger PD dan QC?

QC milik Qualcomm, PD standar USB-IF.

Quick Charge dikembangkan Qualcomm dan banyak dipakai pada perangkat dengan chipset Qualcomm, sedangkan USB Power Delivery dikelola forum USB-IF dan dipakai lintas merek sebagai dasar pengisian daya tinggi.

Banyak adaptor mendukung keduanya sekaligus. Saat terhubung, adaptor dan perangkat akan memilih profil tertinggi yang sama-sama didukung, sehingga penamaan pada kemasan tidak otomatis menentukan kecepatan akhir.

Apa yang dimaksud PD 20 watt dan untuk apa?

Daya maksimum 20 watt pada port itu.

PD 20 watt berarti port tersebut dapat menyalurkan daya hingga 20 watt melalui kerangka USB Power Delivery, yang umumnya memadai untuk pengisian cepat ponsel kelas menengah dan pengisian dasar perangkat yang lebih besar.

Angka itu bukan batas mutlak. Perangkat dengan kebutuhan lebih rendah akan menarik daya lebih kecil, sedangkan perangkat dengan kebutuhan lebih tinggi akan terisi lebih lambat pada adaptor 20 watt.

Untuk memastikan kebutuhan perangkat Anda, dokumentasi resmi produsen tetap menjadi acuan utama. Acuan standardisasi di Indonesia tersedia melalui situs Badan Standardisasi Nasional.

Memilih satu charger yang mendukung keduanya

Cocokkan daya, protokol, dan jumlah port.

Satu adaptor dapat menangani perangkat yang bergantung pada PPS sekaligus perangkat yang memakai profil USB Power Delivery tetap, asalkan adaptor mendukung keduanya dan daya per port mencukupi.

Urutan pemilihannya sederhana. Tentukan perangkat dengan kebutuhan daya tertinggi, pastikan adaptor mencantumkan dukungan USB Power Delivery beserta mode PPS, lalu periksa daya per port ketika semua port dipakai bersamaan.

Penamaan versi protokol pada kemasan berbeda-beda antar produsen, sehingga spesifikasi per port lebih berguna daripada nama teknologi. Lini charger GaN WECENT mencakup rentang 20 W hingga 240 W dengan pengujian fungsi 100 persen per unit, load aging, hi-pot, dan jejak batch per produksi; daftarnya ada di halaman kategori charger GaN.

Cara memverifikasi dukungan PPS sebelum membeli

Empat pemeriksaan berurutan.

Verifikasi dilakukan dengan membaca spesifikasi, memeriksa label pada perangkat, lalu menguji waktu pengisian pada kondisi yang sama.

  1. Periksa apakah spesifikasi mencantumkan rentang tegangan PPS, bukan hanya USB Power Delivery.
  2. Amati label atau keterangan pengisian yang muncul pada layar perangkat saat adaptor dipasang.
  3. Catat waktu yang dibutuhkan untuk menambah daya pada rentang persentase yang sama dengan adaptor pembanding.
  4. Ulangi pengujian dengan kabel berbeda untuk memastikan kabel bukan penyebab pembatasan.

Bila hasil pengujian berbeda jauh dari perkiraan meski spesifikasi sudah sesuai, periksa kembali rating kabel dan suhu perangkat saat pengisian dimulai. Apple, misalnya, menjelaskan bahwa pengisian cepat dapat tidak berfungsi bila perangkat terlalu panas atau terlalu dingin pada halaman kecepatan pengisian daya iPhone; prinsip serupa berlaku pada perangkat lain meski penamaannya berbeda.

Pengujian keluaran dan protokol charger di lini produksi sebelum pengemasan
Pengujian per unit memastikan adaptor bekerja pada profil protokol yang dicantumkan pada spesifikasi.

FAQ

Apa itu charger PPS?

Charger PPS adalah adaptor yang menyediakan mode Programmable Power Supply di dalam kerangka USB Power Delivery. Mode ini memungkinkan tegangan disesuaikan secara bertahap mengikuti kebutuhan baterai, sehingga pengisian dapat berjalan lebih efisien pada perangkat yang mendukungnya.

Apa yang dimaksud PD pada charger?

PD adalah singkatan dari USB Power Delivery, yaitu kerangka protokol pengisian yang mengatur komunikasi daya antara adaptor dan perangkat. Protokol ini menjadi dasar pengisian daya tinggi lintas merek, dan mode PPS berjalan di dalam kerangka yang sama.

Apa perbedaan charger PD dan QC?

Quick Charge dikembangkan Qualcomm dan banyak dipakai pada perangkat dengan chipset Qualcomm, sedangkan USB Power Delivery dikelola forum USB-IF dan dipakai lintas merek. Banyak adaptor mendukung keduanya, dan perangkat akan memakai profil tertinggi yang sama-sama didukung.

Apa arti PD 20 watt?

Artinya port tersebut dapat menyalurkan daya hingga 20 watt melalui kerangka USB Power Delivery. Angka ini memadai untuk pengisian cepat ponsel kelas menengah, tetapi akan terasa lambat pada perangkat yang membutuhkan daya jauh lebih tinggi.

Kesimpulan dan langkah berikutnya

PD adalah kerangka protokol pengisian, sedangkan PPS adalah salah satu mode di dalamnya yang mengatur tegangan secara bertahap. Dalam praktik, yang menentukan hasil akhir adalah dukungan protokol pada adaptor, daya per port, dan rating kabel yang dipakai. Bila Anda mengisi perangkat Android berdaya tinggi sekaligus perangkat lain, pilih adaptor yang mencantumkan USB Power Delivery beserta rentang PPS dan daya per port yang memadai.

Untuk kebutuhan pengadaan atau pengembangan produk, WECENT memproduksi charger GaN 20 W hingga 240 W dengan MOQ 200 pcs per model, garansi dua tahun, dan pengujian fungsi per unit. Mulai dari lini charger GaN WECENT atau hubungi tim kami melalui halaman kontak.